DISKUSI HASIL KAJIAN KEGIATAN KEMITRAAN DALAM PENGEMBANGAN PRUKAB BERBASIS KARET DI DEARAH TERTINGAL


Pada hari Selasa dan Rabu, tanggal 9-10 Desember 2014 pukul 19.00 s/d 22.00 dan pukul 08.00 s/d 10.00 WIB dilaksanakan diskusi hasil kajian “Kegiatan Kemitraan dalam Pengembangan PRUKAB berbasis Karet di Daerah Tertinggal” bertempat di Meeting Room Guest House Universitas Brawijaya. Peserta yang hadir dalam diskusi tersebut adalah Tim Pelaksana Universitas Brawijaya yang terdiri dari Bapak Ir. Agus Tumulyadi, MP, Dr.Ir. Susinggih Wijana, MS, Abdul Madjid, SH, MH, dan Drs. M. Fatchi, MS. hadir pula Kepala BP4K Bengkulu Tengah (Ibu Yulia) beserta staf (Bapak Junardi), ketua Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) Provinsi Sumatera Selatan (Bapak Sugeng Hartadi) dan Titin Febriyan, SP. selaku Ketua GARDAMAS MURA Kabupaten Musi Rawas.



Berikut ini merupakan dokumentasi dari kegiatan diskusi tersebut : 

Suasana Diskusi Pra Workshop Kegiatan Kemitraan dalam Pengembangan Prukab Berbasis Karet di Kementerian Daerah Tertinggal

Bapak Ir. Agustum Mulyadi, MP. memparkan hasil kajian Kemitraan dalam Pengembangan Prukab Berbasis Karet di Kementerian Daerah Tertinggal

  Bapak Abdul Madjid, SH, MH memberikan masukan untuk perbaikan kajian kegiatan kemitraan dalam pengembangan prukab berbasis karet dearah tertinggal

Bapak H.Sugeng Hartadi, SE. selakuKetua APKARINDO Memberikan Masukan untuk Hasil Kajian
Perserta Workshop Mencermati Hasil Kajian untuk Memberikan Masukan dan Perbaikan

Diskusi ini dimaksudkan untuk menyusun bahan pra workshop yang akan dilaksanakan hari Kamis, 11 Desember 2014. Hasil Kajian “Kegiatan Kemitraan dalam Pengembangan PRUKAB berbasis Karet di Daerah Tertinggal” ini nantinya akan disampaikan kepada Tim dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT). yang dihadiri oleh Bapak
Ir. Rusnadi Padjung, MsC, P. hD dan Bapak Ir. Leroy Samy Uguy MA, Ph.D selaku Staf Ahli Kementrian pembangunan Dearah Tertinggal (KPDT),Tim Pelaksana Universitas Brawijaya yang terdiri dari Bapak Ir. Agus Tumulyadi, MP, Dr.Ir. Susinggih Wijana, MS, Abdul Madjid, SH, MH, dan Drs. M. Fatchi, MS. hadir pula Kepala BP4K Bengkulu Tengah (Ibu Yulia) beserta staf (Bapak Junardi), ketua Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) Provinsi Sumatera Selatan (Bapak Sugeng Hartadi) dan Titin Febriyan, SP. selaku Ketua GARDAMAS MURA Kabupaten Musi Rawas.

Berikut ini merupakan dokumentasi dari kegiatan diskusi tersebut :

Pembukaan  kajian kegiatan kemitraan dalam pengembangan prukab berbasis karet dearah tertinggal oleh bapak Prof.Dr.Ir.Woro Busono, MS. selaku Ketua LPPM UB.

Penyampaian kajian kegiatan kemitraan dalam pengembangan prukab berbasis karet dearah tertinggal

Bapak Ir . Agustum Mulyadi, MP. menyampaikan hasil kajian kegiatan kemitraan dalam pengembangan prukab berbasis karet dearah tertinggal



Bapak Ir. H. Ramdani, M.Si. Kepala Dinas Perkebunan. menjelaskan kesiapan Kab. Musi Rawas sebagai Kab. Etalase karet dan dampak prukab di Kab. Musi Rawas

  Bapak H.Sugeng Hartadi, SE. selaku Ketua APKARINDO .menyampaikan dampak dan harapan kelompok tani terhadap pengembangan produk unggulan karet

Titin Febriyanti, SP. selaku Ketua GARDAMAS MURA kab. Musi Rawas menyampaikan pendampingan kelompok tani oleh lembaga pemberdayaan masyarakat

Bapak Ir. Rusnadi Padjung, MsC, P. hD. selaku Staf Akhli dari KPDT untuk Mengkoreksi dan masukan hasil kajian policy paper kemitraan dalam pengembangan prukab berbasis karet dearah tertinggal

Bapak Ir. Leroy Samy Uguy MA, Ph.D selaku Staf Akhli dari KPDT untuk Mengkoreksi dan masukan hasil kajian policy paper kemitraan dalam pengembangan prukab berbasis karet dearah tertinggal


KEGIATAN SURVEY KELAPANGAN DENGAN MENGUJUNGI GUDANG TEMPAT PENJUALAN HASIL KARET ALAM PETANI DARI TENGKULAK DAN PENGUMPUL DI MUARA BELITI KELURAHAN PASAR MUARA BELITI KABUPATEN MUSI RAWAS

Pada hari senin 22 September 2014 melakukan kegiatan survey kelapangan dengan melakukan kunjungan ke gudang tempat penjualan  hasil karet alam dari petani, dari tengkulak ke pengumpul dan dilanjukan dengan gudang. bertemu langsung dengan pemilik gudang, dengan bapak Bapak  Basar  Rudin menyampaikan bahwa yang bisa menjual kegudang dari dearah Muara Kati Kec. Tiang Pumpung Kepumpung Kepungut, Kec. Jaya Loka, Kec.Tuah Negeri dan Kec. Lakitan, Bapak Basarudin biasa membeli kerat dengan kualitas kadar K3 nya 54 % - 60 % dan kualitas kadar K3 45 % kualitas karet ini yang paling rendah dan kualitas ini yang paling kotor terdapat didalamnya karet kulit kayu dari batang karet, kerikil dan lainnya , kualitas K3 45 % gudang tidak menerima dengan alasan pabrik juga tidak menerima. Bapak Basar Rudin  Juga menyampaikan juga dapat membeli karet dari tengkulak dan pengumpul 6 ton perharinya dan sistem penjualan setiap hari kepabrik . tempat penjual di PT. LAMPO PALEMBANG.




Dokumentasi Kegiatan :
 
Saat Petani Penyadap  Membawa Getah dari Kebun
 untuk dibekukan dalam Bak Kayu
Lump Yang Sudah  Dibekukan Dalam Bak Kayu

Hasil Lump Yang Direndam didalam air  

Tengkulak Melakukan Penimbangan Lump Karet Petani yang di Beli



Tengkulak Memuatkan Lump Kedalam Kedalam Mobil



Proses Penurunan Lump dari  Mobil Tengkulak   
untuk dilakukan Penimbangan di Gudang



Proses Pemotongan Lump dengan Tujuan Untuk Mengetahui 
Lump Bersih atau Kotor Lump yang Dijual



Lump yang Kotor Dengan Kualitas 54 % .lump 
berisi kerikil,kulit kayu batang karet





Lump yang Kotor Dengan Kualitas 45% .lump berisi kerikil,
kulit kayu batang karet, kualitas yang paling rendah
 


Hasil potongan kualitas 54 %



Proses Penimbangan, untuk Karet Kotor akan di Potong
 untuk 100 kg akan dipotong 20 kg atau 2 %
Hasil Lump Yang Di Beli Dari Tengkulak Ke Gudang